Darah Seorang Muslim Karena Pengeboman

Membunuh seorang muslim adakalanya dengan cara yang dibenarkan dan adakalanya tidak demikian. Membunuh dengan cara yang dibenarkan adalah jika pembunuhan tersebut melalui qishash atau hukuman had. Sedangkan membunuh tidak dengan cara yang benar bisa saja secara sengaja atau pun tidak. (lagi…)

18 Juli 2009 at 08:52 Tinggalkan komentar

Ikhlas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari [Kitab Bad'i al-Wahyi, hadits no. 1, Kitab al-Aiman wa an-Nudzur, hadits no. 6689] dan Muslim [Kitab al-Imarah, hadits no. 1907]).

Lanjutkan Membaca 14 Juli 2009 at 09:26 Tinggalkan komentar

Jika ‘Kau Ingin Malaikat Mendoakanmu dalam Tidurmu…

Pembaca mulia, Allah mewajibkan kita untuk beriman kepada malaikat bukanlah hal yang sia-sia. Apakah kita tidak ingin didoakan malaikat? Bagaimana tidak, malaikat adalah makhluk YANG DOANYA SELALU DIKABULKAN الله. Ini karena malaikat adalah makhluk yang tidak pernah mengatakan kecuali sizin الله, dan tidak pernah melakukan sesuatu kecuali dengan perintah الله. Hal yang harus kita ketahui, malaikat TIDAK MENDOAKAN ORANG, KECUALI ORANG YANG DIRIDHOI الله. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

Lanjutkan Membaca 13 Juli 2009 at 10:04 Tinggalkan komentar

Meneropong ke dalam Hati

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas, dan perkara yang haram juga jelas. Dan di antara keduanya terdapat hal-hal yang samar dan meragukan. Banyak orang yang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjaga dirinya dari hal-hal yang samar dan meragukan itu maka niscaya akan terpelihara agama dan harga dirinya. Dan barangsiapa yang nekad menerjang hal-hal yang samar dan meragukan itu maka dia terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana halnya seorang penggembala yang menggembalakan hewannya di sekitar daerah larangan, hampir-hampir saja dia memasukinya. Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila daging itu baik maka baiklah seluruh anggota badan. Dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh anggota badan. Ketahuilah segumpal daging itu adalah jantung.” (HR. Bukhari [52] dan Muslim [1599]).

Lanjutkan Membaca 13 Juli 2009 at 10:00 Tinggalkan komentar

Cinta

Pokok dari tauhid dan ruhnya adalah memurnikan cinta hanya kepada Allah semata. Ia merupakan sumber penghambaan dan ketundukan diri kepada-Nya. Bahkan ia merupakan intisari dari hakikat ibadah. Tauhid pada diri seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan menyempurnakan cintanya kepada Rabbnya. Kecintaan kepada-Nya mendahului kecintaannya kepada segala sesuatu dan mengalahkan itu semua, sehingga dia akan menimbang segala bentuk kecintaannya kepada apa saja dengan menundukkannya terhadap kecintaan kepada-Nya, yang dengan cinta itulah kebahagiaan hamba dan keberuntungannya akan sempurna.

Lanjutkan Membaca 13 Juli 2009 at 09:26 1 komentar


Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Artikel Terbaru

Respon Pengunjung

abuzakaria on Cinta

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Statistik Blog

  • 46 Klik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.